Pesan Kebangsaan untuk Rapimnas IKAMI SUL-SEL

Oleh : Amiruddin Wata (Ketua Panitia Rapimnas/Ketua Bidang Ketahanan dan Politik PB IKAMI SS/)

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

Salam sejahtera. Shalawat dan salam sama-sama kita haturkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Semoga kita selalu menjadi ummat yang mendapatkan syafaatnya di hari kemudian.

Yang terhormat, Ketua Majelis Kehormatan, Ketua umum, sekjend, ketua-ketua bidang Pengurus Besar, dan Sahabat-sahabat IKAMI se-Indonesia. Melalui rilis ini sebagai penganti kehadiran saya selaku ketua panitia, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Sebab ada hajatan keluarga yg tak bisa kami tinggal kan, sehinggga kami tak hadir di forum yang membanggakan ini.

Namun jauh dari pelosok timur sini, pikiranku selalu terbawa ke Rapimnas Makassar. 4 tahun yang lalu kami juga hadir sebagai peserta di Rapimnas PB Ikami Sulsel Makassar. Suka dan duka selama Rapimnas tentu saja kami juga sama-sama tau, namun tak ada kata yang paling baik selain memaklumi segala kekurangan panitia selama ini. Saya yakin panitia maupun pengurus sudah melakukan kerja semaksimal mungkin.

Di Rapimnas Makassar 4 tahun yang lalu, kami sebagai ketua cabang Ciputat, ada dua amanah yang dititipkan kepada cabang Ciputat, yakni soal pembenahan perkedaran IKAMI dan tuan rumah Munas. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi sosial politik tak memungkinkan menjalankan dua amanah tersebut.

Baca Juga:  Armani, Inter, dan Mimpi di Kota Milan

Waktu itu, politik ditubuh IKAMI juga sedang memanas dimana politik 2014 membuat citra IKAMI menjadi sedikit menurun. Baik dihadapan tokoh-tokoh dan senior-senior. Tapi, biarkan itu berlalu dan dijadikan pelajaran utk kita semua, bahwa organisasi kepemudaan seperti sangat tak elok diseret-seret ke wilayah politik praktis.

Sahabat IKAMI Sulsel Se-Indonesia. Makassar sebagai ibukota Sulsel selalu menjadi primadona bagi kita semua, kerinduan kita pada kota ini karena kita diarasi oleh tanah leluhur yang sudah mendarah daging sejak zaman behula.

Saya sendiri begitu merasakan, betapa rindunya bisa mengunjungi tanah kelahiran leluhur. Sebab, kita tau sendiri meski kita sebagai keturunan Bugis, Makassar, Mandar ataupun Toraja, kadang tanah Sulsel sangat jarang dikunjungi, bahkan ada yang belum pernah menginjakkan kakinya sama sekali.

Maka dari itu “IKAMI Balik Kampung” memang menjadi konsep Rapimnas PB IKAMI kali ini.

Sahabatku, jika melihat Makassar. Kota ini telah mengalami perkembangan yang begitu cepat, manusianya juga sadah modern. Pola pikir masyarakat nya telah banyak mengemuka di tingkatan nasional. Para tokoh-tokohya sudah melampaui cakrawala dan cakradimuka. Bahkan orang-orang Sulsel selalu dilirik menjadi pemimpin negeri ini.

Baca Juga:  Trump, Islamofobia, dan Benturan Peradaban

Oleh karena itu, anggota IKAMI Sulsel juga harus mengikuti perkembangan itu. Kita harus bisa berkontemplasi dengan zaman, teknologi dan modernitas. Kita, sudah berada pada era dimana ideologi-ideologi dunia sedang mengalami perperangan. Kalau kader IKAMI Sulsel tidak dapat berkontemplasi dengan ideologi dunia maka IKAMI akan ditinggalkan.

Sahabatku, tema Rekonsiliasi Kebanggsaan dipilih oleh panitia, karena kita menyadari, bahwa bangsa ini sedang mengalami pengkotak-kotakan. Ada yang bertikai karena paham yang sangat tertutup, ada juga yang berselingkuh karena kepentingan politik. Agama sudah semakin mencampuri urusan bernegara, Umara yang harusnya mengurus ummat dan nilai suci kini sudah menenggelamkan diri diarea politik praktis. Terjadi pengelompokan, kelompok satu bertikai dengan kelompok lainnya. Oleh karena itu, rekonsiliasi memang diperlukan. Kita warga Sulsel pada umumnya, dan kader IKAMI pada khususnya harus bisa menyatukan konsep bernegara ini. Kita harus berpikir jauh ke depan sebagai negarawan, bukan sebagai politikus. Sebab negara ini telah kekurangan Negarawan (secara pemikiran).

Melalui tema rekonsiliasi ini, IKAMI sudah harus berani mengebrak kemunduran pemikiran ini. Bangsa ini seolah-olah telah kehilangan rohnya sebagai bangsa yang terdepan. Kemajemukan yang menjadi ciri khas bangsa sudah harus kembali dihidupkan. Kader IKAMI harus menjadi negarawan, teknokrat, enterpreneurship, dan leadership.

Baca Juga:  Sendal Jepit Untuk Masjid

Melalui Rapimnas ini, diharapkan IKAMI mampu, menjadi bibit unggul bangsa. Menjadi garda terdepan penjaga kebhinekaan dan Pancasila. IKAMI harus mampu menyatukan kekuatan pemuda, menyamakan konsep kesatuan, dan merekonsiliasi kelompok-kelompok kepemudaan.

Itulah sebabnya, konsep Pemuda bersatu, negara kuat. Agar kita tau arti penting sesungguhnya kehadiran pemuda bagi bangsa ini. Tak cukup pemuda semata. Tapi tapi pemuda harus bersatu, karena itu syarat agar negara kita ini menjadi negara yg kuat.

Demikian sambutan singkat saya. Mohon maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa bersua dengan sahabat-sahabatku semua. Baik teman-teman Pengurus Besar, Pengurus Cabang se-Indonesia serta senior-senior yang hadir di Rapimnas. Mohon maaf atas segala kekurangan kami. Tak ad yang bisa kami sampaikan selain mengucapkan terimakasih, rasa syukur dan rasa bangga atas segala yg telah kita capai hari ini.

Mengakhiri rilis sambutan ini, kepada Ketua Umum Habil Ngewa dan Sekretaris Panitia Kaharuddin Baso kami haturkan terima kasih yang teramat sangat yang telah yakin dan percaya bahwa Rapimnas kali ini bisa berjalan dengan lancar.

Waakhirulkalam wassalamu’alaikum warahmatullahi wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *